Bu...
Bu... Maafkan aku yg masa kecilku foto menggunakan baju polisi. Namun sekarang justru aku menganggap polisi adalah polusi. Aku ingin meratukanmu, tapi bukan menjadi tentara. Menjadi prajurit yang diatur oleh negara. dan melukai sampai berdarah, bahkan membunuh hingga tak bernyawa. aku hanya ingin menjadi aku... Ya aku ANAKMU! aku ingin membacahkan puisi untukmu bu. Anakmu yang durhaka, akan tetap ingin kau peluk hingga aku lupa jika umurku sudah bertambah. Rambutmu yang mulai memutih, hingga masakan guri yang ingin kembali ku incipi. Aku ingat ketika cerita kecilku perang denganmu. jika ku ceritakan kembali akan terdengar lucu. aku yang lari telanjang ketika hujan, kemudian kau kejar dengan membawa alat yang aku milhatnya seperti jangkar. Inilah anakmu, yang dulu sungguh nakal. peperangan denganmu dulu sungguh asik. Namun, perang hari ini sungguh usik.