Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Gambar
  Setelah mendengarkan salah satu kawan, sebut saja namanya Hilmy, seorang mahasiswa yang berlagak menjadi peneliti muda. Menjadi cukup setelah saya menyebutkan namanya dalam tulisan saya ini. Bagaimana tidak, beberapa judul yang telah diajukan dalam penelitiannya sering kali ditolak secara mentah-mentah. Tanpa berlarut-larut, singkat cerita, Hilmy meneliti dengan tema Pundhen atau Dhayangan, diterima. Saya menyebut Pundhen sebab teringat banyak penulis menyatakan Pundhen sama dengan Dhayangan. Misalnya J. Nicolas Warouw (2012) "lnventaris dan Komunitas Adat Tengger Probolinggo," penelitiannya di Tengger, sebutan Pundhen sama dengan Dhayangan.Terlepas dengan penamaan, apakah Pundhen sama dengan Dhayangan, ini akan menjadi persoalan lain. Hal ini menjadi jokes satu kelas, bagaimana bisa Dhayangan yang seringkali dianggap sebagai dedemit atau setan dapat diteliti? sesuatu penelitian yang dijadikan subjek material, tetapi kasat mata. Akankah seorang Hilmy selanjutnya wawancara...

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Gambar
Catatan Eja di Meja, “menjadi revolusioner konservatif” Eja di meja dengan tulisannya. Bagi saya dan teman-teman nama Eja ada makhluk paling anomali, manusia yang menurut universal a-moral; karena moral dapat diciptakannya sendiri, katanya. Suatu hal terjadi dan sempat membuat saya kaget, Eja menulis dan meninggalkan kertas di atas meja perpustakaan dengan judul “menjadi revolusioner konservatif.” Bagi saya, seorang Eja sudah menjadi revolusioner, bahkan lebih, hingga mencapai tahap anomali. Tetapi saya abai, sebab masih ada kewajiban yang saya sendiri harus selesaikan, iya, tugas mata kuliah (membosankan). Kenapa saya abai pada tulisan “menjadi revolusioner koservatif”? tidak ada alasan yang kuat selain saya sendiri harus menyelesaikan tugas saya. Berjalannya waktu ketika saya membaca dan memahami tugas kuliah dengan membaca, otak saya terasa panas. Saya butuh hiburan, dan ya benar saja, kertas di atas meja menarik saya untuk membacanya, “menjadi revolusioner konservatif,” beg...