Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Tenggelam dalam setiap lantunan puisiku

Gambar
  (29 pics) Aku lelah bersembunyi kasih, entah ombak mana lagi yang harus ku terjang. Lautan mana lagi yang membuat diri-ku tenggelam. Setiap kali aku menyalakan rokok berkeliaran dengan asap penuh ketenangan, Aku tetap berada dalam lautan, tapi entah yang mana itu, Fikiran-ku kacau mendengarkan ribuan burung berkicau. Aku lelah bersembunyi kasih, dibalik batu-batu, Diterjang ombak yang kian kali menghantam diriku. Atau mungkin memang benar kasih? Aku hanya bisa tenggelam setiap bait puisi ku sindiri. Tapi ku ucapkan trimakasih, setidak-nya jiwamu menjadikan ku berilusi, Jiwamu kekal kujadikan puisi. Sekali lagi “Terimakasih kasih”.

Entah

Gambar
(Identity) Aku sering berkeliaran tanpa membawa tubuh-ku Aku liar seperti binatang yang tak dikandang. Disinilah aku berperang. Melawan ego-ku, melawan ambigu ku, melawan pukulan entah apa itu. Apalagi dengan malam yang katanya “Tenang”. Bagiku bukan. Nyatanya aku selalu berlari, di setiap ketenangan itu pergi. jika boleh aku kenalkan, namanya adalah “Pikiran”. Konon katanya ia adalah teman, tapi mengapa ia liar seperti binatang yang tak dikandang?

Tenggelam dalam setiap lantunan puisiku sendiri

Gambar
                        Henry Jones Thaddeus-The Wounded  Poacher (1881) Aku lelah bersembunyi kasih, entah ombak mana lagi yang harus ku terjang. Lautan mana lagi yang membuat diri-ku tenggelam. Setiap kali aku menyalakan rokok berkeliaran dengan asap penuh ketenangan, Aku tetap berada dalam lautan, tapi entah yang mana itu, Fikiran-ku kacau mendengarkan ribuan burung berkicau. Aku lelah bersembunyi kasih, dibalik batu-batu, Diterjang ombak yang kian kali menghantam diriku. Atau mungkin memang benar kasih? Aku hanya bisa tenggelam setiap bait puisi ku sindiri. Tapi ku ucapkan trimakasih, setidak-nya jiwamu menjadikan ku berilusi, Jiwamu kekal kujadikan puisi. Sekali lagi “Terimakasih kasih”.

Laut yang suci

Gambar
Jilid 1 Aku senang membacakan puisi tentangmu. Tentang bunga-bunga yang layu, kemudian kembali tumbuh. Entah puisi mana lagi, setelah kumbangku pergi. Kini bungaku layu.  Tak mungkin ia datang lagi mencicipi sari-sariku. Mungkin aku bisa mengganti tema puisiku menjadi ikan. Aku menyebutnya kini lautan, aku tenggelam, bahkan ribuan ombak pun memghantam diriku. Walaupun ombak itu datang dengan penuh hantaman kekerasan, tapi ingatlah. Bahwa ombak itu sendiri adalah lautan. 🌹صفيه🌹