Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Monumen Penyesalan yang Tak Pernah diungkapkan

Gambar
Dari sekian banyak hal yang aku takutkan adalah ibuku berteriak padaku: “nak, maafkan ibuk dan bapakmu. Kami tidak bisa memenuhi apa yang kamu mau”. Tapi aku tak pernah dengar kata itu. Kata itu hanya sampai pada perdebatan isi kepalaku. Kata itu hanya sampai angan yang menemaniku. Kata itu juga yang membuatku mengatakan: “jika saja takdir dapat diukir, aku tak akan pernah meminta untuk lahir!” Kenapa perdebatan isi kepala? Ya, aku akan menceritakannya: setiap kali aku tengah mengguyur tubuhku dengan air, aku melihat penggosok gigi yang tidak tahu berapa lama terletak di tempat yang sama. Sabun mandi yang kadangkala hanya sebatas seperti batu karang. Shampo? Mungkin ketika punya uang. Malahan, tidak ada pasta gigi. Mungkin hanya sebatang siwak, atau bahkan menyikat gigi tanpa pasta. Tapi ketika aku pulang, ibuk diam-diam membeli shampo, sabun mandi, dan pasta gigi. Bagi sebagian dan mungkin banyak orang, itu adalah suatu hal yang jorok. Alih-alih bahkan menganggap itu merupakan menjiji...

Amorfuckit

Gambar
  Barangkali diluar sini adalah juga jeruji besi. Kami miskin karena sistem berjalan dengan dipenuhi pencekikan setiap kegelisahan apa yang kita ingin beli, apa yang kita inginkan. Benar saja, sistem itu berjalan dengan lancar; bahwa kita tak benar akan menginginkan sesuatu yg kita inginkan -- hanya dengan uang -- kecuali dengan berhari-hari menahan lapar, minum, bertahan hidup.  ... Barangkali jeruji besi juga sama dengan hidup disini. Di dalam jeruji besi kau dipukuli oleh kepalan tangan atau bahkan sebongkahan kayu. Disini aku dipukul oleh keyakinan dengan ideologi yang aku pilih-- yang tak sama dengan apa yg negara yakini.  ... Dirimu bilang diluar kami bisa bekerja. Sedangkan siapa yang mau bekerja dengan memaksa raga ini untuk tetap diproduksi agar bisa menyambung hidup. Barangkali ini adalah jeruji besi.  ... Ketakutan untuk melanjutkan hidup, kegilaan yang terus memburu, pukulan yang terus berlanjut. Aku juga lelah. Andaikan takdir bisa diukir, mungkin aku ta...