Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Tenggelamnya Aftab 2025

Gambar
Tahun baru hanyalah angka yang berubah. Tapi piranku ramai dengan kalimat "tahun baru". Tidak ada perayaan, atau self reward untuk diriku sendiri hari ini. Tetap saja aku merayakan dengan kehancuran, aku muak dengan kata itu, aku pening dengan seluruh ungkapan pencapaian.  Akhir tahun ini menjadi petasan yang meledak di dalam pikiranku. Mempertanyakan, pencapaian apa yang aku dapat dalam satu tahun ini? Di tengah berisiknya desa, kota, bahkan sosial media membuatku muak akan hal itu. Pun ketika aku misalnya mendaki gunung untuk sekedar menghindar dari keramaian, tapi tetap saja aku melihat petasan yang meletus di langit-langit. Bahkan akhir tahun menjadikan ruang tidak aman bagi hidupku. Seluruhnya bercampur aduk, dan meledak.  Ledakan itu seperti bom Hiroshima-Nagasaki, mereka yang tertawa di mana-mana, tapi tidak dengan aku yang melamun dikegelapan. Bom Hiroshima-Nagasaki tak mengenal siapa saja yang dibunuh: mulai dari usia bayi sampai tua. Sama seperti akhir tahun ini; me...

System of Control

Gambar
Tersentak aku kaget dan terbangun dari tidurku, sebab mimpi sangat absurd. Seketika langsung melamun dan berfikir. Kalian pernah mimpi absurd? Mimpi apapun itu, misalnya kamu singgah di kota Jakarta, tapi tiba-tiba tembus Surabaya. Kayak ada pintu ajaib ala Doraemon gitu. Aneh bukan? Absurd ngga sih? Tapi anehnya mimpi tersebut kayak melekat banget dengan perasaan ketika bangun tidur. Entah itu kenapa, aku juga kurang tahu! Walapun mimpiku beberapa menit yang lalu absurd, tapi mungkin menarik, dan memang sayang jika tidak didokumentasikan melalui tulisan. Jadi gini ceritanya... Waktu aku di alam mimpi, tiba-tiba aku jadi anggota penyebar dakwah. Tapi kurang jelas agama apa! Kristen, Islam, Budha atau yang lain. Secara spesifik aku tidak mengetahui. Tapi yang jelas, aku menjadi anggota penyebar agama. Suatu ketika aku mendatangi rumah model Eropa di kelilingi dengan banyak bunga-bunga. Tapi rumah tersebut seakan-akan tidak berpenghuni, seperti angker – ditambah lagi rumahnya memang di ...

Helios

Gambar
Selamat bertemu dengan tanggal pertama kali melihat bumi, untuk diriku sendiri. Biasanya meniup lilin pertanda seseorang sedang ulang tahun. Tapi tak semua kelahiran harus dirayakan. Sebab memang, tak sepatutnya merayakan dunia yang terlanjur hancur. Setiap hari adalah perayaan kehancuran: merayakan kemiskinan, merayakan keputus-asaan, merayakan mimpi yang tak akan terwujud. Hari-hari memang membosankan, tidak ada hadiah bagi diriku, seperti yang mereka sebut dengan self reward . Itu hanya basih. Tak pernah aku meniup lilin dengan benar-benar padam. Tapi hari ini hanya sekedar menghirup nafas, aku keluarkan perlahan dan berkata “selamat ulang tahun nabi kehancuran.” Seluruh doa aku lantunkan sendiri. Aku juga tak berharap mereka akan mendoakan ku, persetan. Hanya saja ketika aku berdoa, seluruh dunia semoga mengamini apa yang aku langitkan. Caraku berdoa pun tak sama seperti gaya doa Kristen. Atau bahkan tak sama seperti gaya doa Islam, dan bahkan agama-agama lain. Sebab caraku berd...

Cahaya kehidupan

Gambar
Drama malam tadi, cukup menggambarkan seorang Manyoen dengan raut wajah membosankan, tanpa semangat, dan malas bertemu orang. Ya memang karena beberapa faktor – seperti: kesepian, terlalu banyak pikiran, bahkan memikirkan masa depan. Membosankan bukan? Begitulah kehidupan. Perkenalkan saya Manyoen, salah satu aktor utama dalam sinema drama di kehidupan saya sendiri. Kadang asmaraloka, kadang marah-marah, bahkan juga kadang diam saja. Sebenarnya masih banyak kadang-kadang yang lain, termasuk kadang kidding . Bayangkan saja, dalam satu hari saja. Sinema itu selalu saya lakukan sendiri, dan saya lihat sendiri. Tokoh utamanya saya, dan penontonnya saya. Tadi malam saya mendapati drama di dalam mimpi, ketika tidur pukul 01.00. Di dalam mimpi tersebut terdapat drama yang cukup unik. Dan siapa yang menontonnya? Saya sendiri. Aktor utama saya, dan penonton nya saya. Oke saya akan sedikit bercerita... Saya menyebutnya “mendapatkan wahyu.” Penyebutan diksi ‘wahyu' ini menurut saya kurang ...