Tenggelamnya Aftab 2025
Tahun baru hanyalah angka yang berubah. Tapi piranku ramai dengan kalimat "tahun baru". Tidak ada perayaan, atau self reward untuk diriku sendiri hari ini. Tetap saja aku merayakan dengan kehancuran, aku muak dengan kata itu, aku pening dengan seluruh ungkapan pencapaian. Akhir tahun ini menjadi petasan yang meledak di dalam pikiranku. Mempertanyakan, pencapaian apa yang aku dapat dalam satu tahun ini? Di tengah berisiknya desa, kota, bahkan sosial media membuatku muak akan hal itu. Pun ketika aku misalnya mendaki gunung untuk sekedar menghindar dari keramaian, tapi tetap saja aku melihat petasan yang meletus di langit-langit. Bahkan akhir tahun menjadikan ruang tidak aman bagi hidupku. Seluruhnya bercampur aduk, dan meledak. Ledakan itu seperti bom Hiroshima-Nagasaki, mereka yang tertawa di mana-mana, tapi tidak dengan aku yang melamun dikegelapan. Bom Hiroshima-Nagasaki tak mengenal siapa saja yang dibunuh: mulai dari usia bayi sampai tua. Sama seperti akhir tahun ini; me...