Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Pem(BU)nuh

Gambar
Bahkan jalan melerai kehancuran mungkin adalah kematian. Atau meneguk genggaman mineral berisikan kemenangan, itu omong kosong. Lilitan bank mengikat di nadi² leher, parang telanjang menebas penis dengan raut wajah pesimis, atau bahkan torehan kata tanpa makna-dipenjara. Para budak lari di kehidupan utopia menunggangi Batara Kala. Namun Nakula datang membawa doa melerai budak-budak yang tersisa. Tetapi Sengkuni datang memberikan cara, hancurkan sekalian ini dunia: "kita telah sampai pada ujung kematian" Ucapnya.

Ka(me)ra

Gambar
Sepatu tak dilepas, aku tau rumah kusut penuh debu tak pantas diinjaki sepatu warna abu-abu. Sempat tangan ini ingin meninju kepalanya, liur mulut ini lompat ke dalam mulutnya. Tak sempat tinjuan ini menghampiri mukanya, aku memukulkan kepalan ini ke tembok yang tak bersalah.  Mesin cetak pembunuh, lilitan sutra mengikat di kepala-ku. Aku tak bisa ber-amorfati, hidup ini terlalu amor-fuck-it. Sempat aku berfikir untuk menghancurkan, dan benar; aku mulai ingin menghancurkan, membakar, bahkan membumihanguskan.  Hantu pembunuh!