Laut yang suci

Jilid 1

Aku senang membacakan puisi tentangmu.
Tentang bunga-bunga yang layu, kemudian kembali tumbuh.

Entah puisi mana lagi, setelah kumbangku pergi.
Kini bungaku layu. Tak mungkin ia datang lagi mencicipi sari-sariku.

Mungkin aku bisa mengganti tema puisiku menjadi ikan. Aku menyebutnya kini lautan, aku tenggelam, bahkan ribuan ombak pun memghantam diriku.

Walaupun ombak itu datang dengan penuh hantaman kekerasan, tapi ingatlah. Bahwa ombak itu sendiri adalah lautan.

🌹صفيه🌹

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)