Tenggelam dalam setiap lantunan puisiku sendiri

 


                      Henry Jones Thaddeus-The Wounded 
Poacher (1881)



Aku lelah bersembunyi kasih, entah ombak mana lagi yang harus ku terjang.

Lautan mana lagi yang membuat diri-ku tenggelam.

Setiap kali aku menyalakan rokok berkeliaran dengan asap penuh ketenangan,

Aku tetap berada dalam lautan, tapi entah yang mana itu,

Fikiran-ku kacau mendengarkan ribuan burung berkicau.


Aku lelah bersembunyi kasih, dibalik batu-batu,

Diterjang ombak yang kian kali menghantam diriku.


Atau mungkin memang benar kasih?

Aku hanya bisa tenggelam setiap bait puisi ku sindiri.


Tapi ku ucapkan trimakasih, setidak-nya jiwamu menjadikan ku berilusi,

Jiwamu kekal kujadikan puisi. Sekali lagi “Terimakasih kasih”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)