Pem(BU)nuh


Bahkan jalan melerai kehancuran mungkin adalah kematian. Atau meneguk genggaman mineral berisikan kemenangan, itu omong kosong. Lilitan bank mengikat di nadi² leher, parang telanjang menebas penis dengan raut wajah pesimis, atau bahkan torehan kata tanpa makna-dipenjara.

Para budak lari di kehidupan utopia menunggangi Batara Kala. Namun Nakula datang membawa doa melerai budak-budak yang tersisa. Tetapi Sengkuni datang memberikan cara, hancurkan sekalian ini dunia: "kita telah sampai pada ujung kematian" Ucapnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)