18 April 2023
"Tokkk... Tokk.. Tok.!"
Kudengar jelas ketukan kemarin, jelas menapak didaun telinga. Sajakku terjeda 96Jam.
Memutar masa² saat matahari terbit. Aku menghirup embun layak seperti yang kurasakan saat-saat rasa kala itu datang.
.
Walau ketukan itu terdengar jelas. Namun, aku masih belum faham arah mana yang kau tuju.
"Ah sial. Tak mungkin aku meletakkan putik sanubari hanya sekedar membanggakan sajak² seni atau sekedar ancala diksi". (Kataku)
.
Lirikku kembali lemah,
Diksiku mulai tumpah diatas tinta,
Kuasku abstrak tak terarah,
Benarkah itu ketukanmu nona?
.
Atau... atau.. emm. Atau...?
"Tokkk... tokk.. tok.."
"Iya? Siapa?".
Kubukakan pintu yang kau ketuk, asmamu hanya terukir dalam sajak lama, jadikan aku rumah. Riput wajahmu melemah, mataku menyangga bekas lukamu yang kubaca. Akhirnya aku faham bahwa kau butuh rumah.
Namun, itu hanya mungkin. Hayalanku waktu itu, saat² kakimu melangkah dalam ruang hampa.
HAMBA3S

Komentar
Posting Komentar