19 April 2023

Sumbing 3.371 (menuju puncak sejati)

Pukul tiga lebih empat puluh kembali ku rindukan tapakan kaki yang belum pernah ku singgahi.

Aku membayangkan tapakan kaki ku menggapai cakrawala dengan musik akustik yang mungkin juga pernah kau dengarkan.
Aku membayangkan kakimu sama dengan tapakanku, kemudian kau melemparkan cerita siulan burung, melihat matahari berpamitan pada siang yang akan berganti bulan.

Semerbak hirupan rindu bertemu dengan ketinggian yang kian mengingatkan bahwa
Setinggi apapun tapak kaki yang ku pijak aku tetaplah kecil dimata tuhan,
Setinggi apapun langkah yang kugapai aku tetaplah tanah yang diciptakan untuk bersyukur pada tuhan.

Namun sayang, kata itu hanya sekedar lirik aksara yang kutumpahkan dalam bait diksiku.
Kata itu hanya tulisan yang enggan kukembalikan pada hati yg hampir mati, mengaras bagai batu.

Aku ingin kala bersama bulan kudapatkan siulan burung yang menapak hingga nurani, hingga aku dapat mengembalikan lirik-lirik singkatku dulu menyatu kembali untuk kembali padamu.


HAMBA3S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)