22 April 2023

 

Sindoro 3.136 (watu tatah)

Aku berlari ditaman itu, memandangi pesawat kertas yang kubuat. Kutulis selembar puisi tentang "kembali menari". "Jangan terlalu mengejar kupu-kupu, rawat saja kebunmu" kataku dalam aksara puisiku yang kutulis di pesawat kertas itu. Kemudian ku lemparkan pesawat kertas itu, ia terbang memandangi pohon yang tumbang, kemudian tumbuh kembali mekar, melahirkan buih² baru. Kulihat kembali peswat kertas itu terbang tinggi berputar putar, memandangi isi bumi. Namun, sayang pesawt kertas itu tak kunjung kembali, ia terbang liar menuruti kata hatinya. Kataku dalam kalbu "sampai jumpa mimpi indah".

HAMBA3S

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)