Catatan Eja di Meja, “menjadi revolusioner konservatif” Eja di meja dengan tulisannya. Bagi saya dan teman-teman nama Eja ada makhluk paling anomali, manusia yang menurut universal a-moral; karena moral dapat diciptakannya sendiri, katanya. Suatu hal terjadi dan sempat membuat saya kaget, Eja menulis dan meninggalkan kertas di atas meja perpustakaan dengan judul “menjadi revolusioner konservatif.” Bagi saya, seorang Eja sudah menjadi revolusioner, bahkan lebih, hingga mencapai tahap anomali. Tetapi saya abai, sebab masih ada kewajiban yang saya sendiri harus selesaikan, iya, tugas mata kuliah (membosankan). Kenapa saya abai pada tulisan “menjadi revolusioner koservatif”? tidak ada alasan yang kuat selain saya sendiri harus menyelesaikan tugas saya. Berjalannya waktu ketika saya membaca dan memahami tugas kuliah dengan membaca, otak saya terasa panas. Saya butuh hiburan, dan ya benar saja, kertas di atas meja menarik saya untuk membacanya, “menjadi revolusioner konservatif,” beg...
Komentar
Posting Komentar