11 April 2023

 

Sumbing 3.371

Mungkin tak ada lagi asma yang kubawa dipuncak ancala, kecuali asma ayah. Tak ada lagi asma ratu, kecuali pukau sang ibu.


Kini pancaronaku hanya menjemput senja, betapa sopannya ia berpamitan dengan pecahnya baksara membawakan lembayung dikala fikiran terkurung.


Selaksa kata yang ku ukir,

Selaksa beban yang ku pikir,

Hingga akhirnya merasa terusir.


Saat itulah ukiranku menjemput diriku. Entah terwujud atau tidak, ukiranku tetap utuh, menjadikan mata menjadi hujan yang menetes diatas cakrawala sang esa.


HAMBA3S-14 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)