Sebatang rokok penghantar tidur

 

Room sad

Bulatan redup mata panda dengan lantunan ayat suci kau dendangkan.


Aku tak sadar, kau sedang telanjang dibalik puisi yang kukarang.


Aku dipukul renjana pada sujud panjangku, sebab aku selalu membayangkan kau telanjang dihadapanku.


Namun sungguh, lantunananmu membuatku berhenti dalam buana yang berisik.


Sayangnya, telanjangmu hanya sementara untuk melarikan aku pada kacaunya buana.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)