aku sebut dirimu kumbang

 

(Catatan Lama)

kukira perayaan itu tetang kita, 
tentang menua bersama seperti yang ada didalam cerita.

kukira setiap perayaan adalah tawa.
nyatanya, ini bukan tentang kita yang saling berbahagia.

perayaan ini tentangku yang kau biarkan patah,
yang mati bersama ketidak pastianmu dalam mencinta.

perayaan ini kau suguhkan bersama harap yang ku salah sangka.

ku kira kau beri aku bahagia,
nyatanya yang kau beri hanya durinya.

namun, bodohnya aku dalam mencinta,
duri yang kau beri masih ku terima dengan bahagia.
meski darah menetes membuatku menderita.

aroma darah yang kau suguhkan 
masih ku hirup bagai candu yang tak terkalahkan.

bahkan, di saat kata demi kata ini ku tuliskan, 
dengan seluruh kesadaran cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.
aku masih memilih menikmatimu dengan bangga :)

bee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)