Kumbang yang hilang (2)

 



Matanya jelas membentang dibalutan mimpi yang sadar atas memorial.


Dua hawa yang saling kukagumi datang dalam mimpi. Tak tau sebab siapa dan apa yang di inginkannya?!


"Sebab tak ada kata yang indah, tak ada rasa yang begitu membuat rindu. Cekungan manis dipipimu, sikap yang seperti keanak-anakanmu. Ah, sialnya aku yang dungu telah mencambuk diriku atas berharap padamu!".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)