Kumbang yang hilang (3)
(sebuah pertaanyaan tanpa jawaban)
Aku miskin untuk selalu berharap penuh padamu. Pada kalbu yang telah runtuh. Pada surya yang hampir menampakkan keindahannya.
Aku hanya ingin lahir pada tumpukan-tumpukan buku, bukan miskin berharap padamu.
Tapi mengapa kau selalu menghantuiku, diatas memorial ingatanku. Dihadapan tangisanmu ketika dimimpi itu; kau meminta maaf padaku. Ada apa dan mengapa?
Aku mengingat dimimpiku; salah temanku mengajakku membaca kitab suci, sedangkan aku justru malah membaca makna sejarah yang abadi yaitu filosofi-filosofi.
Atau memang mungkin ini seperti apa yang dikatakan salah satu teman bahwa mimpiku adalah 'pencerahan'. Yang dimana jika dilihat dari sejarahnya disebut zaman Renaissance.
Aku berfikir dua kali, sebab zaman pencerahan adalah jembatan menuju kebebasan.
Malam itu mataku tak bisa meram, sebab kau selalu datang untuk membawakan pertanyaan tanpa jawaban.
Beberapa mimpiku seperti sebuah petunjuk kerinduan pada tuhan.
Mimpi pertama; aku bertanya pada seorang yang tak kukenal, dengan wajah yang abstrak, yang kuingat hanya ia memakai jubah putih. Aku menanyakan "apakah seorang pilihan (nabi) adalah hakikat dari utusan tuhan? Atau justru seorang filsuf yang menciptakan teologi baru?" (jawaban dari pertanyaan ini saya rahasiakan). Ya, walaupun jawabannya kurang memuaskan.
Mimpi kedua, aku bermuara pada kitab suci yang lama tak ku huni. Aksara-aksara arab yang lama tak kubaca. Namun justru yang membaca aksara arab adalah teman saya, sedangkan yang saya baca adalah termjemahannya; yang isinya tentang sejarah philosopphia; saya lupa kalimatnya apa!! tapi yang saya ingat adalah kata 'Renaissance' atau zaman pencerahan; yang dimana zaman ini adalah jembatan para filsuf zaman pertengahan menuju filsuf zaman moderen yaitu menjuju pemikiran kebebasan.
Aku benar-benar tak paham atas diriku sendiri. Yang kata Max Stirner adalah spook atau hantu; semuanya adalah hantu kecuali ego (aku) dan ke 'aku' an yang lain.
Maka....
Apakah ini sebuah duri?
Atau filosofi petunjuk ilahi?

Komentar
Posting Komentar