Gagal suci
Seseorang menjadi setengah dewa. Ia memenuhi kebutuhan roh untuk saling berjabat tangan. Mengatakan 'kebenaran' ngalor-ngidol dipenuhi dengan stigma. Dari stigma memunculkan propaganda, membanggakan dirinya sebagai seorang teoritis. Doktrin-doktrin dilontarkan beranggapan omongannya dapat menjadi bom yang diledakkan. Hanya saja memenuhi kebutuhan 'roh'. Tanpa disadari, semua hanya kebohongan, kemunafikan. Tak ada tangan yang saling menggenggam berjabat tangan...
Ah, sangat menjijikkan.
"seseorang tidak membayangkan kehangatan hati yang murni sebagai kesenangan yang memberikan jabat tangan ramah kepada setiap orang; justru sebaliknya, kehangatan hati yang murni tidak ramah kepada semua orang; itu hanya kepedulian teoritis, kepedulian terhadap manusia sebagai manusia, bukan sebagai pribadi," (Max stirner: 1844, hlm 56).

Komentar
Posting Komentar