Kini aku bebas

 


Ternyata hutan tak seindah minuman yang kau anggap haram,

Aku adalah manusia durhaka yang suka berpesta di atas tanah yang punah,

Kau selalu menganggap purba. Tetapi, tololmu selalu terkenang sepanjang masa.

Ah....
Sialan, memang tak ada yang perlu di dewakan. Bahkan kawan sekalipun dapat memukul, bahkan membunuhmu.

Siapa yang bisa kau anggap andalan? Mungkin hanya rokok saja. Wkwk


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Dhayangan sampai Adu Ayam

Eja di Meja, "Menjadi Revolusioner Konservatif"

Hutan Belantara (1)